Jumat, 19 April 2013


RELEVANSI REVOLUSI INDUSTRI

TERHADAP EXPANSI DI AFRIKA


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Revolusi Industri merupakan salah satu revolusi yang sangat penting dalam merubah tatanan politik ekonomi dunia. Revolusi ini telah mampu mengubah wajah dunia menjadi lebih modern. Indonesia sebagai warga dunia tidak terlepas dari pengaruh tersebut. Namun, sebelum menginjak pada pembahasan pokok, ada baiknya kita menengok sebentar peristiwa apa saja yang terjadi di Inggris sebelum dan setelah Revolusi Industri. Pada bab ini kalian akan mempelajari pengaruh Revolusi Industri terhadap perkembangan Indonesia. Kalian akan melihat perkembangan ekonomi dan demografi (kependudukan) serta industrialisasi di Indonesia pada masa kolonial. Juga kalian akan melihat hubungan transportasi sejak abad ke-19 dengan proses integrasi ekonomi di Indonesia, serta perluasan aktivitas ekonomi swasta-asing.
Pada zaman pertengahan Inggris masih merupakan sebuah wilayah yang terbelakang. Saat itu Inggris hanya mempunyai satu kota penting: London. Selebihnya wilayah Inggris hanya wilayah pedesaan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Walaupun demikian sumber utama pendapatan Inggris dari kerajinan bulu domba sebagai bahan wol merupakan bulu domba yang menjadi bahan mentah utama bagi pusat-pusat industri kain wol di Italia Utara dan Vlaanderen. Pada saat itu kebutuhan masyarakat Inggris belum begitu banyak sehingga kebutuhan akan sandang, pangan dan papan dapat dipenuhi oleh masingmasing keluarga. Pada saat itu perdagangan belum berkembang.
Kegiatan tukar menukar barang masih dalam skala kecil dengan jangkauan wilayah yang relatif terbatas. Hal tersebut disebabkan karena satu keluarga hanya menghasilkan barang untuk kebutuhan keluarganya sendiri. Produksi mereka tidak dimaksudkan untuk dijual kepada orang  lain, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perilaku seperti ini merupakan salah satu ciri dari masyarakat tradisional.

B.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah kondisi masyarakat Inggris sebelum Revolusi Inggris ?
2.      Jelaskan Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Revolusi Industri !
3.      Jelaskan Proses dan Dampak Perkembangan Revolusi Industri !

C.      Tujuan Penulisan Makalah
1.      Memaparkan kondisi masyarakat Inggris sebelum Revolusi Inggris.
2.      Memaparkan Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Revolusi Industri.
3.      Memaparkan Proses dan Dampak Perkembangan Revolusi Industri.








BAB II
PEMBAHASAN

A.     Kondisi Masyarakat Inggris Sebelum Revolusi Industri
Pada abad ke-16 dan ke-17 kondisi negara-negara Eropa selain Inggris selalu dalam keadaan peperangan dan perselisihan. Akibatnya banyak usahawan dan para tukang dari pusat industri berdatangan ke negara yang aman dan tidak terlalu bergejolak. Salah satu dari negara yang tidak terlalu bergejolak tersebut adalah Inggris. Sebagian besar usahawan tersebut menetap di Inggris. Sementara kedatangan para pengusaha dan tukang tersebut telah mendatangkan keuntungan bagi perekonomian Inggris. Hal tersebut ditandai dengan maraknya industri rumahan (home industry). Benda-benda yang dibuat oleh industri rumahan tersebut adalah senjata, perhiasan, perabot rumah tangga dan alat kerja. Meskipun demikian mereka belum menghasilkan barang dalam skala besar. Mereka hanya membuat barang apabila ada pesanan. Melalui usaha yang masih terbatas tersebut masyarakat Inggris tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang bermodal. Golongan masyarakat pemilik modal ini yang nantinya disebut sebagai kaum kapitalis.
Para pemilik modal ini mendirikan tempat kerja baru dengan mekanisme kerja yang baru pula. Para pemilik modal membuat gedung yang luas dan dilengkapi alat kerja. Proses pengoperasian alat kerja tersebut masih dikerjakan oleh manusia (manufaktur). Pada manufaktur ini masih banyak tenaga yang dipekerjakan dengan upah yang rendah. Hal tersebut disebabkan karena pekerjaan mereka tidak memerlukan latihan dan keahlian yang tinggi. Pekerjaan pada manufaktur masih bisa dilakukan menggunakan tangan dan sama sekali tidak menggunakan alat. Berdirinya manufaktur tersebut telah menggeser industri rumahan yang sebelumnya cukup banyak di Inggris. Akibatnya para pemilik industri rumahan mulai mengalihkan usahanya ke manufaktur.
Berkembangnya industri manufaktur ini sangat menguntungkan perekonomian Inggris dan sekaligus membuka peluang terjadinya Revolusi Industri. Kebutuhan akan alat-alat pada manufaktur tersebut telah mendorong masyarakat Inggris untuk mencari solusi. Maka ditemukanlah banyak alat yang dapat mempermudah pekerjaan pada menufaktur-manufaktur yang telah berdiri.

B.      Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Revolusi Industri
Revolusi bisa diartikan sebagai perubahan secara cepat atau perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang atau di suatu tempat. Sementara Industri artinya proses membuat atau menghasilkan suatu barang. Perubahan yang terjadi di Inggris pada abad ke-18 merupakan perubahan dalam memproduksi barang-barang dari penggunaan tenaga manusia kepada mesinmesin. Jadi Revolusi Industri adalah perubahan cara membuat atau menghasilkan barang yang semula menggunakan tenaga manusia beralih ke tenaga mesin.
Penemuan James Watt merupakan awal mula munculnya Revolusi industri di Inggris terjadi pada tahun 1763. Watt adalah seorang insinyur yang berasal dari Skotlandia. Dalam perjalanan dan perkembangan sejarah manusia, penemuannya ini kemudian dianggap sebagai penemuan pertama yang berhasil membuat alat kerja dengan tenaga mesin. Sebenarnya James Watt hanya memodifikasi mesin uap buatan Thomas Newcomen yang dianggap memboroskan bahan bakar dan bertenaga kecil. James Watt kemudian menemukan kondensator (alat untuk memadatkan uap) sehingga mesin uap Thomas Newcomen menjadi hemat.
James Watt terus memperbaiki mesin uapnya sehingga mesin uap Thomas Newcomen mulai dilupakan orang dan mesin uap James Watt semakin dikenal orang. Dalam perkembangan sejarah berikutnya, mesin uap James Watt nantinya dipakai dalam kegiatan industri. Dalam perkembangan selanjutnya. Watt menjadi motivator untuk para ahli lainnya menemukan alat-alat untuk membantu manusia dalam menyediakan kebutuhan hidup yang tidak hanya sekedar mengendalkan tangan-tangan manusia. Penemuan pada periode ini kemudian telah mengantarkanm kepada sejarah baru umat manusia. Kemunculan Revolusi Industri dilatarbelakangi oleh berbagai hal, di antaranya:

1. Dalam Bidang Politik
Pada abad ke-17 di Inggris terjadi peperangan yang dahsyat antara bangsawan kuno dengan bangsawan baru yang dikenal dengan Perang Mawar. Dalam peperangan tersebut bangsawan baru muncul sebagai pemenang. Mereka berhasil menguasai kursi pemerintahan dan selanjutnya mengendalikan negara Inggris. Berbeda dengan bangsawan kuno yang terkesan mewah dan boros, kaum bangsawan baru lebih menampilkan diri sebagai kelompok masyarakat yang berpikiran maju. Bangsawan baru ini terdiri dari para bangsawan rendah, petani kaya, pedagang sukses dan para tuan tanah pemilik modal.
Dalam menjalankan pemerintahan golongan ini lebih mengutamakan perekonomian daripada kepentingan politik belaka. Kemenangan bangsawan baru telah memberikan angin segar untuk kemajuan Inggris karena fokus perhatian mereka tertuju kepada perekonomian, tidak lagi politik yang menjadi pusat perhatian bangsawan kuno. Perdebatan politik yang terus-menerus kadang menghalangi kemajuan yang dicapai.

2. Dalam Bidang Sosial-Ekonomi
Pada abad 18 pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan menyangkut pengaturan status tanah. Pengaturan kembali tanah pertanian di Inggris dikenal sebagai Revolusi Agraria. Revolusi diawali dengan cara menukar tanah yang terpencar-pencar milik para bangsawan dengan tanah petani di sekitarnya. Melalui cara ini tanah bangsawan menjadi luas, sebaliknya para petani mendapatkan tanah yang letaknya jauh dan kurang produktif. Tidak jarang di antara para petani terpaksa meninggalkan tanahnya atau terusir tanpa mendapatkan tanah hasil tukarannya. Selanjutnya para bangsawan tersebut menjadikan tanahnya sebagai lahan peternakan domba atau industri.
Banyaknya tanah pertanian yang berubah menjadi daerah peternakan dan industri berkaitan dengan banyaknya permintaan kain wol dan katun dari pasaran Eropa. Hal ini benar-benar telah mengokohkan para bangsawan atau para pemilik modal untuk menggeluti bidang industri dan peternakan. Apalagi para pengusaha di Inggris semakin diuntungkan dengan tenaga kerja yang murah. Tenaga kerja murah di Inggris terdiri dari para petani yang telah kehilangan tanah dan mata pencahariannya, termasuk juga kaum urban yang menyerbu kota-kota di Inggris karena perkembangannya sebagai wilayah industri cukup menggiurkan.
Manufaktur yang berdiri di Inggris banyak menghasilkan barang-barang yang terbuat dari logam seperti cangkul, pisau, wajan, dan lainnya. Peralatan dari besi tersebut dibuat setelah dileburkan ke dalam panas 1000 derajat celcius dengan bahan bakar kayu. Dengan berjalanya kondisi alam yang semakin membahayakan, pemerintah Inggris kemudian melarang penggunaan kayu sebagai bahan bakar karena dapat membahayakan ekosistem hutan. Sebagai gantinya digunakan batubara yang di Inggris berlimpah.
Melalui ilmu pengetahuan yang sudah cukup maju batu bara  tersebut diubah menjadi cokes, yaitu proses yang agak mirip dengan membuat arang menjadi kayu. Cokes telah membuka kemungkinan untuk mengembangkan industri besi menjadi cikal bakal perkembangan industri di Inggris. Pada abad ke-18 pemerintah Inggris mulai menikmati hasil dari kemakmuran negerinya. Marak dan berkembangnya Industri manufaktur di Inggris ternyata diikuti dengan meningkatnya permintaan masyarakat Eropa.
Selain itu permintaan akan barang Inggris semakin luas seiring dengan semakin luasnya jajahan Inggris, baik di Afrika maupun di Asia. Kemajuan kegiatan industri yang masih menggunakan tenaga kerja itu telah melahirkan kaum kapital di beberapa tempat dan kota di Inggris.

3. Dalam Bidang Iptek dan Budaya
Sejak zaman Renaisans perhatian dan minat masyarakat Inggris terhasap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat besar. Orangorang saling berlomba mengadakan pembaharuan dalam segala bidang dan mulai meninggalkan sesuatu yang dianggap kuno. Masyarakat Inggris sangat tertarik dengan penelitian-penelitian terbaru dalam segala hal, termasuk industri. Pada abad ke-17 di London sudah berdiri perhimpunan yang bertujuan memajukan ilmu terutama matematika dan fisika. Hasil penelitian ilmiah tidak hanya dijadikan rumusan atau teori belaka tetapi juga diterapkan bagi peningkatan kesejahteraan hidup umat manusia, terutama bagi kemajuan masyarakat Inggris.
Perangkat teknologi yang berhasil meningkatkan industri pertekstilan di Inggris adalah alat pintal dan alat tenun. Alat pintal adalah alat yang dapat memilih benang dari bahan kapas sedangkan alat tenun adalah alat pembuat kain dengan bahan dasar benang. Orang yang berhasil menciptakan alat tenun adalah John Kay (1733). Alat tersebut diberi nama Flying Shuttle (pintalan terbang). Alat ini mampu bekerja lebih cepat dan dapat melebarkan kain sesuai dengan yang diinginkan pembuatnya. Sedangkan yang menemukan alat pintal adalah Hargreaves (1762). Alat ini kemudian diberi nama Spinning Jenny. Alat penemuan Hargreaves ini dapat memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus.
Pada perkembangan selanjutnya Inggris mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya penemuan alat-alat baru yang menggunakan tenaga mesin. Atas penemuan-penemuan tersebut, maka pada abad ke-18 oleh Inggris sering dijuluki sebagai abad penemuan. Berikut ini beberapa penemuan yang terjadi di Inggris pada abad ke-18.

                                                                                                                  






C.      Proses dan Dampak Perkembangan Revolusi Industri
Revolusi industri telah menimbulkan perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Inggris. Revolusi Industri memberikan bermacam dampak positif dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan ilmu pengetahuan. Secara umum, dampak revolusi industri bagi kehidupan penduduk Inggris antara lain sebagai berikut.

1. Bidang Sosial
Pengaruh Revolusi dalam bidang Industri bagi Inggris terlihat dari arus urbanisasi yang semakin besar di kota-kota Industri.  Masyarakat di luar Inggris banyak yang tertarik untuk tinggal dan mencari nafkah di Inggris. Akibatnya pengangguran dan tindak kriminalitas banyak muncul dan meningkat.

2. Bidang Ekonomi
Pengaruh Revolusi Industri dalam bidang ekonomi ditandai dengan pembangunan daerah-daerah industri dilakukan secara besar-besaran. Revolusi industri juga berpengaruh terhadap munculnya kota-kota industri seperti Manchester, Liverpool, dan Birmingham. Kemunculan kota-kota industri tersebut merupakan satu keniscayaan ketika industri berkembang. Perkembangan pesat dalam bidang industri ternyata tidak hanya bersifat kuantitas melainkan juga berpengaruh terhadap kualitas barang industri yang meningkat tajam. Revolusi industri telah banar-benar mendorong warga Inggris untuk memperbaiki segala sesuatu berhubungan dengan hasil pekerjaan mereka.

3. Bidang Politik
Pembangunan kawasan industri muncul di berbagai kota, sebagian besar masyarakat mulai menikmati dampak dari Revolusi Industri. Penduduk semakin mudah dalam memperoleh kebutuhan dan barang industri. Para pengusaha dan pemilik modal mendapatkan keuntungan yang berlimpah.secara singkat Revolusi Industri telah membawa pengaruh yang cukup baik yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup. Namun masalah timbul ketika lahan yang dipakai untuk industri semakin sempit dan semakin sulit untuk dapat menghasilkan bahan baku industri sendiri. Jumlah penduduk meningkat tajam seiring dengan semakin tingginya arus urbanisasi dari para pencari pekerjaan. Masyarakat yang tidak memiliki keahlian menjadi pengangguran.
Akibatnya tidak sedikit kejahatan yang terjadi, kriminalitas meningkat. Selain dari itu juga banyak masalah yang dihadapi: upah yang rendah, jaminan sosial yang buruk, jam kerja yang tidak sesuai ditambah lagi kemudian terjadinya pencemaran lingkungan yang terus dan berkepanjangan.
Revolusi Industri menimbulkan dampak yang mendorong terjadinya revolusi sosial yaitu gerakan masyarakat yang berkeinginan mengubah kehidupan masyarakat kepada taraf yang lebih baik. Pemerintah Inggris menanggapi keadaan ini dengan cara mengeluarkan undang-undang Hak Asasi Manusia seperti Reform Bill 1832, Abolition Bill 1832, dan Factory Bill 1833. Reform Bill adalah peraturan pemerintah yang berisi tentang hak-hak yang diperoleh pekerja dalam parlemen. Factory Bill berisi tentang larangan penggunaan tenaga kerja wanita dan anak-anak. Sementara Abolition Bill berisi tentang penghapusan perbudakan.
Perkembangan tersebut telah mendorong Inggris menjadi kota dengan keadaan kota semakin lama semakin sempit. Para pengusaha dan pemilik modal kemudian mencoba memasuki wilayah desa dan membeli wilayah di pedesaan. Pengambil alihan tanah di pedesaan ini menyebabkan pengaruh sosial ekonomi. Petani banyak yang kehilangan pekerjaanya sehingga mereka berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke kota dengan harapan mendapatkan pekerjaan, terbukanya lapangan kerja yang baru, mata pencaharian yang berubah dari seorang petani menjadi peternak atau buruh, melimpahnya barang-barang kebutuhan, dan terjadi pencemaran di kawasan industri. Revolusi Industri di Inggris membawa perubahan ekonomi secara mendasar yaitu peningkatan kesejahteraan hidup, terutama bagi golongan kapitalis. Namun di balik berbagai keuntungan yang dihasilkan, Revolusi Industri menyisakan satu permasalahan yaitu kurangnya bahan mentah industri dan melimpahnya hasil industri.
Dari masalah di atas, para golongan pemilik modal kemudian mencoba peruntungan dengan membuat jaringan perdagangan, selain itu untuk mengatasi kekurangan bahan mentah, Inggris kemudian mencari kawasan dan daerah yang dinilai memiliki potensi alam dan manusia untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan industri. Pemikiran inilah yang nantinya akan berujung kepada lahirnya imperialisme modern yang dimotori oleh Inggris. Ciri-ciri imperialisme modern yaitu menguasai daerah untuk mencari bahan mentah, bahan baku, mencari tempat untuk menanamkan modal, dan mencari tempat untuk memasarkan hasil industri. Tujuan ini sangat sesuai dengan kesusahan yang dialami Inggris sebagai akibat dari Revolusi Industri. Sejak Inggris menjadi pelopor imperialisme modern, jajahan Inggris di Asia dan Afrika semakin luas dan banyak. Dapat dikatakan bahwa Inggris adalah negara dengan imperialisme terbesar, karena jajahanya membentang dan terdapat di seluruh penjuru dunia. Dalam rangka mendukung keamanan daerah jajahannya maka Inggris memperkuat armada lautnya.
Pada periode ini, Inggris merupakan negara dengan armada lautnya yang tidak tertandingi. Negara-negara lainnya yang secara geografis berada di Eropa banyak yang mencontoh keberhasilan Inggris, di antaranya Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Negaranegara tersebut berlomba untuk mendapatkan daerah jajahan yang potensial. Revolusi Industri telah melahirkan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun Revolusi Industri juga telah menimbulkan munculnya sifat arogan dan serakah pada umat manusia. Tindakan bangsa yang menjajah bangsa lainnya merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, padahal munculnya Revolusi Industri ini berangkat dari perkembangan dan pertumbuhan Renaissans dan humanisme yang menjunjung tinggi aspek-aspek kemanusiaan.










BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Revolusi Industri merupakan salah satu revolusi yang sangat penting dalam merubah tatanan politik ekonomi dunia. Revolusi ini telah mampu mengubah wajah dunia menjadi lebih modern. Indonesia sebagai warga dunia tidak terlepas dari pengaruh tersebut.
Pada zaman pertengahan Inggris masih merupakan sebuah wilayah yang terbelakang. Saat itu Inggris hanya mempunyai satu kota penting: London.
Pada abad ke-16 dan ke-17 kondisi negara-negara Eropa selain Inggris selalu dalam keadaan peperangan dan perselisihan. Akibatnya banyak usahawan dan para tukang dari pusat industri berdatangan ke negara yang aman dan tidak terlalu bergejolak.
Revolusi Industri menimbulkan dampak yang mendorong terjadinya revolusi sosial yaitu gerakan masyarakat yang berkeinginan mengubah kehidupan masyarakat kepada taraf yang lebih baik.






DAFTAR PUSTAKA

Suwito, Triyono, 2009. Sejarah 2 : Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Program IPS Jilid 2 Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


SEJARAH AFRIKA (ARTI PENTING)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
       Afrika dewasa ini menempati kedudukan sentral dalam perimbangan kekuatan global dan oleh sebab itu masa depannya sangat penting. Terdapat sejumlah faktor penting bagi negara-negara Barat. Pertama, Afrika kaya akan bahan-bahan mentah yang dibutuhkan negara-negara Barat tersebut. Kedua, pelayaran melewati Tanjung Harapan sangat penting karena kebanyakan kapal yang mengangkut minyak kawasan Teluk Persia ke Eropa Barat dan Amerika tidak dapat melewati Terusan Suez. Demikian pula sekian 70% bahan mentah yang dibutuhkan negara-negara industry Barat diangkut lewat perairan sekitar Afrika. Ketiga, untuk melayani kebutuhan Angakatan Lautnya yang meningkat Uni Soviet telah berhasil mendapatkan fasilitas-fasilitas pelabuhan di Somalia, Mozambique, Angola, dan Guinea. Hal itu berbahaya bagi AS dan sekutu-sekutunya di Eropa Barat. Dengan menguasai suplai bahan-bahan mentah serta minyak dan jalur-jalur pelayaran yang penting bagi negara-negara Barat, Uni Soviet dapat melakukan pemerasan (black mail) terhadap mereka.

B.     Rumusan Masalah
1.      Jelaskan pentingnya Afrika bagi Eropa pada abad 19-20 !
2.      Jelaskan pentingnyaAfrika bagi Eropa/dunia era perang dingin !
3.      Jelaskan pentingnya Afrika bagi Non-Blok !
4.      Jelaskan pentingnya Afrika bagi Indonesia di bidang ideology, politik, ekonomi, sosbud, hankam/militer !


C.    Tujuan Penulisan Makalah
1.      Memaparkan pentingnya Afrika bagi Eropa pada abad 19-20.
2.      Memaparkan pentingnyaAfrika bagi Eropa/dunia era perang dingin.
3.      Memaparkan pentingnya Afrika bagi Non-Blok.
4.      Memaparkan pentingnya Afrika bagi Indonesia di bidang ideology, politik, ekonomi, sosbud, hankam/militer.

BAB II

A.                Pentingnya Afrika Bagi Eropa pada abad 19-20
1.      Bidang Ideologi
Politik imperialisme yang banyak diterapkan oleh bangsa Eropa di Afrika telah banyak memberi pengalaman bagi para pemimpin-pemimpin Negara di Eropa. Dengan adanya politik imperialism ini, kepentingan kaum kapitalis sangat dilindungi oleh negaranya. Kekuasaan Negara berada di belakang mereka, bukan hanya untuk melindungi warga negaranya, tetapi juga perusahaan-perusahaan mereka. Bagi Ideologi Eropa abad ke 19 adalah abad nasionalisme. Semangat nasionalisme itu menjadi sangat tebal, sehingga sering sekali semangat itu dibawanya pergi ke luar batas-batas negerinya. Dengan demikian maka suatu Negara merasa mempunyai hak dan kewajiban untuk melindungi warga negaranya yang tinggal di negeri orang lain.

2.      Bidang Politik
Sesudah PD II benua Afrika mengalami suatu transformasi politik cepat yang mempunyai akibat-akibat mendalam pada abad ke-20 ini, tidak hanya atas benua itu sendiri melainkan juga di seluruh dunia (termasuk Eropa). Negeri-negeri Afrika telah bangkit dari status jajahan menjadi negara-negara merdeka yang bersama-sama tampil ke muka sebagai kekuatan baru dalam percaturan politik dunia. Di PBB contohnya, mereka menguasai lebih dari 1/3 suara dan dalam politik luar negeri mereka bersatu dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

3.      Bidang Ekonomi
Sejak Terusan Suez dibuka pada 1869 maka banyak bangsa-bangsa Eropa mulai menaruh perhatian terhadap Mesir. Semuanya mempunyai cita-cita ingin memperluas pengaruhnya ke negeri Benua Hitam tersebut. Pada saat Terusan Suez ini dibuka bangsa-bangsa Eropa telah menyadari betapa pentingnya Terusan tersebut sebagai alat penghubung antara Eropa dan Asia lebih-lebih dalam urusan perdagangan.

4.      Bidang Sosial Budaya
Seluruh penduduk Afrika dapat disebut orang-orang Afrika, tetapi mereka bukan sesuatu yang homogen. Di antara mereka terdapat suatu keanekaragaman yang besar, baik mengenai bangsa, ras, suku, bahasa, agama, dan kebudayaan. Meskipun demikian, perbedaan-perbedaan tersebut dapat disatukan oleh lembaga-lembaga sosial seperti perkawinan, keluarga dan pola persaudaraan lain. Hal tersebut terlihat dari peran Afrika dalam Gerakan Non Blok yang telah menyuarakan agar didalam kehidupan Sosial budaya selalu menjunjung tinggi solidaritas antar Negara agar dapat terciptanya suatu perdamaian, kesejahteraan, dan kedaulatan

5.      Bidang Militer/Hankam
Situasi politik Afrika mengalami perubahan radikal sebagai akibat suatu deretan kup militer. Setelah berhasil merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil, para militer mengeluarkan pemimpin-pemimpin politik dari pemerintah dan membubarkan partai politik tunggal. Kup-kup militer tersebut adalah akibat frustrasi rakyat karena rezim-rezim gagal memenuhi janji-janji kehidupan yang lebih baik.

B.                 Pentingnya Afrika bagi Dunia era Perang Dingin
1.      Bidang Politik
Afrika Selatan melaksanakan politik apartheid dan diskriminasi rasial untuk mempertahankan supremasi kulit putih biarpun mendapat kecaman, oleh sebab itu Negara kulit hitam bertekad untuk membebaskan seluruh benua bukan saja Negara jajahan Portugis, melainkan juga Rodensia, Namibia dan Afrika Selatan sendiri.

2.      Bidang Ekonomi
Menurut Walter F. Han dan Alvin J. Cottrell dalam bukunya yang berjudul Soviet Shadow Over Afrika (1976) Afrika mempunyai arti yang sangat penting :
1.      Afrika kaya akan bahan-bahan mentah yang vital bagi industry modern. Kekayaan alam itu khususnya berlimpah di Afrika Tengah dan Selatan.
2.      Negara-negara industry Barat membutuhkan bahan-bahan mentah yang dihasilkan oleh Afrika tersebut. Suplai bahan mentah itu bahkan merupakan soal mati dan hidup bagi mereka.
3.      Sekitar 80% suplai minyak dan 70% suplai bahan-bahan mentah Negara-negara industri Barat diangkut lewat jalur pelayaran Tanjung Harapan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jalur pelayaran itu merupakan urat nadi bangsa Barat.

3.      Bidang Sosial Budaya
Ketika para pemimpin negarawan dari negara-negara bekas jajahan di Asia dan Afrika-bertemu untuk berbagi pengalaman dan masalah, mempertemukan kepentingan bersama dan kekhawatiran bersama, lalu mencari formulasi sebagai jalan untuk mencapai kerja sama yang lebih baik antara Asia dan Afrika di bidang ekonomi, kebudayaan dan politik. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas perdamaian dunia dan keadilan internasional yang pada waktu itu serba timpang dan compang-camping. Diujung KAA itu dikumandangkan apa yang kemudian terkenal dengan sebutan Dasa Sila Bandung.

4.      Bidang Militer/Hankam
Perebutan pengaruh antara AS dan US dalam pakta pertahanan. Negara-negara barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) tahun 1949 sebagai suatu organisasi pertahanan. Bila salah satu anggotanya diserang maka dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Awalnya bermarkas di Paris tetapi kemudian Perancis keluar karena mengganggap NATO didominasi oleh AS dan markasnya berpindah di Brussel. Hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC jauh lebih baik jika dibandingkan hubungan dengan negara Barat lainnya meskipun Perancis tidak menjadi anggota Blok Timur.

C.                Pentingnya Afrika bagi Non Blok
1.      Bidang Ideologi
Bagi Non Blok KAA yang dilakoni secara langsung oleh Afrika telah melahirkan suatu bentuk ideology bagi Non Blok itu sendiri. Dimana bentuk ideology ini tidak lain adalah 10 prinsip yang disepakati bersama dalam KAA atau sering juga disebut Dasa Sila Bandung. Ke 10 prinsip itu adalah:
a.       Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB;
b.      Menghormati kedaulatan dan integrits territorial semua bangsa;
c.       Mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa baik besar maupun kecil;
d.      Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal dalam negeri orang lain;
e.       Menghormati hak-hak tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendiri atau kolektif sesuai dengan piagam PBB;
f.     1. Tidak menggunakan peraturan-peraturan pertahanan kolektif untuk    bertindak bagi kepentingan khusus salah satu Negara besar.
2. Tidak melaukan tekanan terhadap Negara lain.
g.      Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas territorial atau kemerdekaan politik suatu Negara.
h.      Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrase atau penyelesaian hukum, atau cara damai lain berdasarkan pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan piagam PBB.
i.        Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
j.        Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Jadi Afrika sangat penting perannya bagi Non Blok di bidang Ideologi.

2.      Bidang Politik
Dalam politik luar negari mereka bersatu melawan kolonialisme dan imperalisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Selain itu kebanyakan diantara Negara tersebut adalah anggota GNB dan Kelompok 77 yang memperjuangkan dibentuknya suatu tatanan ekonomi internasional baru untuk menggantikan system lama yang merugikan Negara-negara berkembang.  

3.      Bidang Ekonomi
Sehubungan dengan artinya yang sangat penting Afrika menjadi medan perebutan pengaruh Blok Timur dan Blok Barat. Sebagai akibat krisis minyak dunia yang timbul karena Negara Arab mengurangi produksi minyak dan mengenakan embargo minyak terhadap AS dan beberapa Negara Eropa menyusul perang Arab-Israel tahun 1973, timbulah kesadaran bahwa ketergantungan akan impor minyak dari Timut Tengah dan bahan-bahan mentah strategis dari Afrika dan pelayaran melalui Tanjung Harapan yang merupakan titik kelemahan nagara-negara Barat dan jepang.

4.      Bidang Sosial Budaya
Kita tahu Afrika sangat berperan aktif dalam gerakan Non Blok, kemudian didukung lagi oleh adanya Konferensi Asia Afrika yang melatarbelakangi gerakan Non Blok tersebut. Disini sangat terlihat peran Afrika bagi Non Blok dimana selain Asia, Afrika juga ikut menyuarakan agar didalam kehidupan Sosial budaya selalu menjunjung tinggi solidaritas antar Negara agar dapat terciptanya suatu perdamaian, kesejahteraan, dan kedaulatan serta selalu bersikap netral terhadap perang dingin yang pada saat itu perang dingin itu terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur.

D.                Pentingnya Afrika bagi Indonesia
1.      Bidang Ideologi
Berakhirnya Perang Dunia I membawa pengaruh terhadap bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu juga ditandai dengan munculnya dua kekuatan ideologis, politis, dan militer termasuk pengembangan senjata nuklir. Negara Republik Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara selalu berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Salah satu bentuk penyelenggaraan kehidupan bernegara adalah menjalin kerja sama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan dengan negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Indonesia mencetuskan gagasannya untuk menggalang kerja sama dan solidaritas antarbangsa dengan menyelenggarakan KAA.

2.      Bidang Politik
Hubungan politik antara Indonesia dan Afrika Selatan terjalin lama sejak sebelum pembukaan hubungan diplomatik. Indonesia mendukung the African National Congress (ANC) pada masa perjuangan melawan Apartheid, dan menjaga posisi ini terus menerus serta memberikan sanksi terhadap rejim Apartheid. Hubungan bilateral antara the ANC dan Indonesia memberikan sebuah platform bagi negara – negara di Asia untuk berjuang melawan Apartheid. Republik Afrika Selatan dan Republik Indonesia membuka hubungan diplomatik pada bulan Agustus 1994. Kedutaan Republik Afrika Selatan didirikan pada bulan Januari 1995 di Jakarta.

3.      Bidang Ekonomi
Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5%, jumlah penduduk mencapai 190 juta dan GDP US$176 Milliar, Kawasan Afrika bagian selatan menjanjikan potensi ekonomi bagi Indonesia yang saat ini tengah mencari peluang pasar alternatif. Namun potensi ini tidak  dapat dimaksimalkan  karena masih terselimuti persepsi negatif terhadap Afrika yang identik dengan kemiskinan, penyakit dan konflik. Untuk itu, peningkatan hubungan perekonomian harus diimbangi dengan pemberian informasi mengenai potensi kawasan Afrika bagian selatan bagi ekspor Indonesia.  Dibutuhkan pula kemampuan market intelligence yang baik untuk mengidentifkasi peluang yang tepat dan sinergi seluruh stakeholder nasional terkait untuk mewujudkan Indonesia Incorporated. Para Diplomat yang ditempatkan di negara-negara kawasan Afrika harus mampu menjadi Opportunity Seeker yang dapat merubah persepsi Afrika dari high risk (resiko tinggi) menjadi high profit (keuntungan yang tinggi).

4.      Bidang Sosial Budaya
Indonesia mendapat suatu kerjasama yang baik denga Afrika terutama sejak terbentuknya KAA yang kemudian melahirkan GNB. KTT GNB 1961 dan Konferensi Asia-Afrika 1955 mengukuhkan peranan historis RI dalam membangun suatu tatanan dunia baru untuk negara-negara berkembang berdasarkan prinsip kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan. Sehingga dari hal tersebut maka akan tercipta suatu kehidupan social yang baik dalam suatu Negara.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Afrika, merupakan benua yang terbesar sesudah Asia telah menjadi arena transformasi politik yang mempunyai akibat-akibat yang mendalam pada abad ke-20 ini, tidak hanya untuk Afrika itu sendiri tetapi juga untuk seluruh dunia. Afrika telah bangkit dari status jajahan menjadi komunitas Negara-negara merdeka dan tampil ke muka sabagai kekuatan baru dalam percaturan politik dunia.
            Sesudah PD II nasionalisme melanda Afrika dan sebagai hasilnya lahirlah berbagai Negara merdeka dan terjadilah berbagai perkembangan ekonomi serta perubahan-perubahan social.

DAFTAR PUSTAKA

Dipoyudo, Kirdi.1977. Afrika Dalam Pergolakan 1. Jakarta : Yayasan Proklamasi Centre For Strategic and International Studies.
                             1983. Afrika Dalam Pergolakan 2. Jakarta : Yayasan Proklamasi Centre For Strategic and International Studies.
Widjaja, A.W. 1986. Indonesia Asia Afrika Non Blok Politik Bebas Aktif. Jakarta : PT. Bina Aksara.

Dari Internet :

(di unduh 16/09/2010)